Wahai Para Koruptor, Sembunyilah Dibalik Gunung Es

Wahai para koruptor, bertahun-tahun kalian mendapatkan pengalaman empiris bahwa inspektorat, pengawas, komisi, dan tetek bengek perangkat untuk mengkap koruptor. Dalam tulisan ini saya beri istilah parak pengkap koruptor. Diatara para penangkap koruptor ada yang hanya sebagai pelengkap dalam struktur pemerintahan. Dan yang akan ditangkap juga berada dalam pemerintahan. Saya kasih tahu ya, dari berbagai kasus korupsi yang ditangani KPK, 45,33 persen melibatkan penyelenggara pemerintahan. Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan, sejak era otonomi daerah, lebih dari 500 kepala/wakil kepala daerah tersangkut korupsi.

Sepertinya para pekerja pengangkap koruptor tidak hadir mencegah korupsi. Namun ketahuilah mereka sangat mengetahui seluruh komplotan kalian yang terlibat dalam korupsi. Kalian bersama siapa mereka mendata. Kalian perlu sadar, bahwa para penangkap koruptor ada yang memiliki alat deteksi dini, kapan alarm dibunyikan. Sebagian dari para penangkap koruptor juga ada yang dari pemerintahan itu sendiri. Mereka memiliki catatan jejak korupsi, meski kalian anggap tidak memiliki nyali menghentikan korupsi karena dilakukan teman sendiri.

Wahai para koruptor, tentu kalian sangat memahami bahwa posisi para penangkap koruptor ada melekat di setiap instansi pemerintah. Hal demikian memungkinkan mengawasi secara detail bagaimana modus korupsi kalian. Para penagkap korupsi sangat mengetahui nafas komplotan kalian, walaupun kadang sengaja tidak menyalakan alarmnya. Hal demikian sangat lumrah, karena para penangkap koruptor masih ewuh pekewuh. Dan wajar jika para koruptor tidak peka terhadap bunyi alarm yang sengaja disuarakan sangat lirih. Karena akan dibunyikan keras menunggu waktu yang tepat.

Wahai koruptor, justru jika alarm tak burbunyi atau sangat lirih, justru sangat berbahaya. Karena sering kalian abaikan, sehingga tidak sadar bahwa terdapat musuh dalam selimut berada pada komplotan korupsi kalian. Dan selanjutnya kalian mudah dibinasakan, paling ringan kalian dibebastugaskan, dimutasi, atau dipersulit langkahmu di institusi. Wahai koruptor, jangan kalian tercerabut dari komplotan korupsi, bisa jadi karena kalian tidak pandai menjadi koruptor yang cerdik.

Kalian mungkin beranggapan para pengkap koruptor tidak bekerja secara independen, karena mungkin saja bagian dari barisan koruptor kalian. Tetapi ingat mereka butuh prestasi sebagai penangkap para koruptor. Mereka suatu saat butuh pencitraan untuk kariir lebih gemilang. Hasil pemetaan BPKP, 93,96 persen inspektorat masih di level 1 dari lima level terkait independensi. Tetapi para auditornya memiliki data yang sewaku waktu terungkap ke permukaan. Alasan dari inspktorat bahwa inspektorat kekurangan jumlah auditor. Dari kebutuhan sekitar 40.000 auditor, yang tersedia baru sekitar 11.000 orang. Bahkan diperburuk bahwa inspektorat menjadi tempat penampungan pegawai yang tidak disukai pimpinan.

Wahai para koruptor, kalian perlu memahami bahwa para penangkap korptor tersebar di setiap instansi pemerintah. Sembunyilah dibalik “gunung es”. Kalian harus sadar sewaktu-waktu akan meleleh. Ketahuilah, 40 persen kasus korupsi yang kalian sembunyikan akan terungkap. Karena itu, kalian perlu strategi bersembunyi, yaitu bersembunyi pada arah politik terjadi. Kalian perlu menyadari kapan ditangkap atau atau dilepaskan sesuai dengan arah politik yang ada. Langkah reprensif akan dilakukan jika kalian tidak sejalan dengan arah politik. Karena itu komplotan korupsi kalian harus kokoh. Korupsi tidak boleh sedirian, juga dimakan sendirian.

 Wahai koruptor, para penangkap koruptor sewaktu-waktu menyatakan “perang” melawan korupsi. Dibalik baju pemberantasan korupsi terdapat strategi politik. Kapan di mana dan situasi bagaimana kalian harus mengerti. Sehingga kalian tidak menggerutu jika kalian sudah sampai saatnya tertangkap basah. Pertanyaan, apakah upaya pemberantasan korupsi dapat berjalan efektif? Tergantung arah politik kalian. 

Para penegak hukum menyadari bahwa tak satupun pada institusi pemerintah yang terbebas dari komplotan korupsi. Karena itu kalian perlu ingat pepatah, ‘the man behind the gun. Dibalik kalian ada peluru. Dibunuh atau membunuh. Dengan cara apapun kalian tersembunyi sebenarnya ada catatan korupsi pada kalian jika kalian melakukan korupsi. Hanya persoalan kapan kalian tertangkap itu soal nasib.

Posisi koruptor adalah manusia buangan. Kalian adalah sampah sebagai ‘figur bermasalah’ jika kalian terlanjur tertangkap. Kini kalian dijadikan tempat berolok olok di sosmed. Bisa jadi, kalian diinvestigasi oleh anggota komplotan korupsi kalian. Karena itu anggap saja kalian sedangn menjalankan profesi professional. Toh berbuat karupsi ditangkap tersebut, karena kebodohan koruptor, atau nasib kurang baik, atau karena sedang berselih politik dengan komplotan kalian.

Menjalankan pekerjaan professional sebagai koruptor tentu bedara dalam lingkaran koruptor. Efektivitas peran koruptor sangat tergantung berapa pembagian masing masing anggota komplotan. Meskipun para koruptor, mereka menjunjung tinggi keadilan tentang bagi hasil dari usaha korupsi bersama. Koruptor pun tidak boleh melakukan kecurangan antar anggota koruptor. Hal demikian akan mempengaruhi taktik bersembunyi komplotan koruptor. Para koruptor juga memegang teguh prinsip pelaporan keuangan hasil dari korupsi. Wahai koruptor, kalian perlu menyadari bahwa KPK bekerja juga berdasar dari laporan. Laporan yang diterima KPK bisa jadi adalah dari komplotan koruptor kalian. Sebagai penegak hukum bisa reprensif, juga bisa permisif. Pemberantasan korupsi tentu swaktu waktu berdasar kebocoran informasi dari komplotan kalian.

Wahai koruptor, korupsi kalian mengakibatkan perekonomian nasional bisa runtuh, tetapi hal demikian tidak membuat hati kalian miris. Kalian bisa jadi nilai kognisi Pancasila sangat baik. Kalian juga pandai menghitung berapa besar kerusakan yang diakibatkan oleh perbuatan korupsi kalian, tetapi kalian tetap aja rajin korupsi. Tentu kalian tidak sendirian. Wahai kalian para koruptor, kalian tentu perlu memperbarui kecanggihan dan inovatif dalam melakukan terobosan baru untuk korupsi. Perlu kalian dicatat wahai koruptorsembunyilah dibalik gunung es, jika kalian sangat memiliki kompetensi menjadi koruptor.

Hardiwinoto, 23 12 20

Leave a Comment