IDEOLOGI DAN RUH DAKWAH MUHAMMADIYAH

ruh Muhammadiyah

http://hardiwinoto.com

Ideologi Dakwah Muhammadiyah:

“Sistem keyakinan, cita-cita, dan perjuangan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Ideologi ini diambil dari sumbernya al-Qur’an dan al-Sunnah.

Fungsi:

  1. Ruh organisasi, menjamin dasar teologis, dan memberi arah  gerakan;
  2. Mengikat solidaritas organisasi, mempertahankan ikatan ke dalam;
  3. Membentuk karakter orang secara kolektif sesuai pedoman;
  4. Panduan strategi dan langkah-langkah perjuangan organisasi;
  5. Mengorganisasikan dan memobilisasi pimpinan & anggauta organisasi

Kandungan Ideologi Muhammadiyah:

  1. Paham agama Islam dalam Muhammadiyah (doktrin-teologis);
  2. Hakikat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam (substansi);
  3. Misi, fungsi, dan strategi perjuangan Muhammadiyah (strategi).

Perincian Isi Ideologi Muhammadiyah Berada dalam:

  1. Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (1946);
  2. Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah  (1969);
  3. Tafsir Duabelas Langkah Muhammadiyah (1938);
  4. Al-Masa’il al-Khamsah (1954/1955);
  5. Kepribadian Muhammadiyah (1962);
  6. Khittah Perjuangan Muhammadiyah (1971);
  7. Khittah Berbangsa  dan Bernegara (2002);
  8. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (2000);
  9. Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Jelang Satu Abad (2005)
  10. Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua (2010).

Pokok-Pokok Pikiran Ideologi Muhammadiyah:

  1. Islam dijadikan sebagai asas, pandangan dunia (world view), pedoman hidup (way of life), dan/atau sistem  kehidupan (manhaj al-hayat) bagi Muhammadiyah yang membentuk keyakinan, alam pikiran, kepribadian dan pola tindakan semua warga Muhammadiyah;
  2. Islam  sebagai wahyu Allah sebagaimana dalam al-Qur’an dan al-Sunnah al-Shahihah/al-Maqbulah dengan mengembangkan ijtihad, mencakup seluruh bidang kehidupan (akidah, ibadah, akhlak, dan mu’amalah dunyawiyah), yang harus diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan  masyarakat luas untuk kebahagiaan hidup umat manusia di dunia dan akhirat;
  3. Islam yang menjadi  basis dan orientasi  ideologi Muhammadiyah ialah Islam yang berkarakter dakwah dan tajdid, Islam yang berkemajuan, dan memiliki sifat “wasithiyyah” (moderat, tengahan), yang harus ditegakkan dan dijunjung tinggi untuk terwujudnya “masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”;
  4. Muhammadiyah  sesuai Kepribadian dan Watak “wasithiyyah” yang dimilikinya berbeda dari  gerakan-gerakan Islam yang cenderung ekstrim; baik ekstrim yang bersifat “radikal-fundamentalis” (“radikal-konservatif”) maupun “radikal-liberal” (“radikal sekuler”), dengan menampilkan  yang lebih kaya, unggul, dan alternatif.
  5. Dalam referensi/rujukan kontemporer  ideologi keagamaan Muhammadiyah adalah ideologi reformis-modernis (pembaharuan) yang menampilkan corak Islam yang  berkemajuan, yang memadukan antara pemurnian (purifikasi) dan pengembangan (dinamisasi) dan bersifat tengahan (wasithiyyah) dalam meyakini, memahami, dan melaksanakan ajaran Islam, sehingga Islam senantiasa aktual dan  menjadi agama untuk peradaban (din al-hadharah) sepanjang zaman.
  6. Muhammadiyah dalam perjuangannya sebagai organisasi  dakwah dan tajdid memiliki Kepribadian dan Khittah perjuangan  yang diwujudkan melalui sistem organisasi  (Persyarikatan) yang membedakan  dari gerakan lain  dalam menempuh dan mewujudkan  gerakannya, serta memilih jalur gerakan dakwah kemasyarakatan dan tidak melalui perjuangan politik-praktis atau politik-kepartaian untuk meraih kekuasaan, tetapi berkomitmen dan melakukan usaha-usaha membangun dan menjalankan peran kebangsaan;
  7. Muhammadiyah berjuang dalam koridor kehidupan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil makmur dan diridhai Allah SWT (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Hardiwinoto Muchtar

Hardiwinoto adalah seorang peneliti ekonomi, dosen, kolomnis, dan pegiat sosial. Kegiatan yang dilakukan terkait dengan koleksi buku-buku ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, sastra dan sejarah.

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *