Cukong Cari Utangan

http://hardiwinoto.com Sebuah pagi yang cerah, Cukong dan Ceko ngobrol tentang gerakan reformasi yang terjadi. Cukong berapi api menemukan celah keberuntungan jika reformasi benar-benar terjadi. Meskipun Ceko belum paham apa yang dimaksud Cukong.
“Kawan semua, ada kabar baik” kata Cukong.
“Bagaimana bisa kau anggap kabar baik, gerakan reformasi memenuhi sepanjang jalan di seantero jagat bumi nusantara” kata Ceko.
“Kamu harus jeli melihat suasana akan berubah total dan akan memihak kepada kita, Ceko” kata Cukong lagi.
“Aku belum paham Kong” Ceko memegang kepala.
“Ya, otak kamu memang ndak akan paham jika berfikirmu hanya linier begitu” Cukong menudingkan jari ke kepala Ceko.
“Kita harus buat bahwa reformasi adalah kemenangan bagi Kita Ko” Cukong berfatwa pada Ceko.
“Aku semakin tidak paham Kong, bagaimana reformasi yang mengerikan ini akan menguntungkan kita, lha bisnis saya aja jatuh terkapar, rupiah berfluktuasi tajam, untuk bisnis saja berantakan masih bank bank terlikuidasi, kamu bisa mengatakan keberuntungan akan memihak kita” Ceko mengggerutu.
“Piye kamu ini Ko, otak mu hanya sebesar kedelai, reformasi nanti akan banyak yang berubah, terutama dalam hal mekanisme berpolitik, politik ke depan adalah politik eforia, maka tidak ada tokoh politik yang kuat, sehingga kekuatannya berada pada kita” Cukong menunjukkan optimisme.
“Terserah kamu Kong, yang jelas bisnis aku berantakan” Ceko masih belum dong apa yang dimaksud Cukong.
“Ko, ini rokok dihisab, biar otakmu encer”
“Mbok ya dari tadi to Kong, mulutku dah kecut”
“Wis uduto kono, aku tak mandi dulu, mau golek utangan nggo nyaur utang” Cukong ngluyur ke dalam rumah.
Sementara itu Ceko kebal kebul masih ndak dong apa yang dimaksud penyataan Cukong, bahwa setelah reformasi keberuntungan akan memihak kita.
“Ya sudah lah Cukong memang banyak akal malah jika ada huru-hara, padahal bisnis Cukong juga kocar-kacir seperti jerami kena angin lesus” Ceko memutar mutar otaknya, tetapi belum ketemu juga, apa yang dimaksud Cukong.
Cukong keluar rumah sudah rapi sambil berkata, “Piye Ko, dah encer otakmu, simpan aja kalau memang belum dong, nanti kan dong sendiri, wis ayo ikut aku cari utangan”

http://hardiwinoto.com

Hardiwinoto Muchtar

Hardiwinoto adalah seorang peneliti ekonomi, dosen, kolomnis, dan pegiat sosial. Kegiatan yang dilakukan terkait dengan koleksi buku-buku ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, sastra dan sejarah.

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *