Selayang Pandang Ekonomi Makro

Selayang Pandang Ekonomi Makro

25
0
SHARE
Makro Ekonomi

Hardiwinoto

Selayang Pandang Ekonomi Makro

Tujuan Pembelajaran

  1. Mahasiswa mempu memahami dan menjelaskan tentang definisi ilmu ekonomi.
  2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang tujuan pembelajaran ilmu ekonomi.
  3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang ruang lingkup pembelajaran ilmu ekonomi.
  4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang masalah-masalah terkait ekonomi makro.

Materi Pembelajaran

  1. Definisi ilmu ekonomi.
  2. Tujuan pembelajaran ilmu ekonomi.
  3. Ruang lingkup pembelajaran ilmu ekonomi.
  4. Masalah-masalah terkait ekonomi makro.

Definisi Ilmu Ekonomi Makro

Beberapa ahli di bidang ilmu ekonomi menjelaskan tentang definisi ilmu ekonomi makro, yaitu:

1. Budiono (2001)

Teori ekonomi makro adalah ilmu yang mempelajari tentang pokok ekonomi, baik jangka pendek maupun jangka panjang meliputi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

2. Sadono Sukirno (2000)

Teori Ekonomi Makro adalah sebuah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang kegiatan utama perekonomian secara komprehensif terhadap berbagai masalah pertumbuhan ekonomi.

Masalah ekonomi makro diantaranya:

  • Pengangguran
  • Inflasi
  • Neraca perdagangan dan pembayaran
  • Kegiatan ekonomi yang tidak stabil

3. Samuelson dan Nordhaus

Definisi ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari dan mengamati kinerja perekonomian secara keseluruhan dan komprehensif.

4. Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubinfeld (2009)

Definisi ilmu ekonomi makro adalah sebuah ilmu ekonomi tentang variabel agregat ekonomi, yaitu:

  • Tingkat dan rata-rata pertumbuhan produksi nasional
  • Angka pengangguran
  • Suku bunga
  • Inflasi

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Ekonomi makro adalah sebuah ilmu ekonomi yang mempelajari tentang perekonomian suatu negara secara komprehensif, yaitu tentang perubahan ekonomi sebuah negara yang berdampak pada masyarakat dan pasar. Beberapa aspek analisis dalam ekonomi makro yaitu:

  • Pendapatan nasional
  • Kesempatan kerja
  • Inflasi
  • Investasi
  • Neraca pembayaran

Tujuan Mempelajari Ekonomi Makro

Tujuan mempelajari ilmu ekonomi makro adalah untuk dapat memahami berbagai peristiwa ekonomi di suatu negara dan kebijakan ekonomi negara. Dengan mempelajari ekonomi makro dapat membantu memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan perekonomian dan sebagai alat untuk menentukan arah kebijakan yang diambil. Tujuan kebijakan ekonomi makro antara lain:

  • Membantu meningkatkan kapasitas produksi.
  • Membantu meningkatkan kesempatan kerja pada masyarakat.
  • Mengendalikan laju inflasi pada suatu negara.
  • Membantu meningkatkan pendapatan nasional.
  • Menjaga kestabilan ekonomi.
  • Menyeimbangkan neraca pembayaran internasional.
  • Membantu pemerataan distribusi pendapatan.
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Teori ekonomi makro membahas tentang beberapa hal, antara lain:

– Penentuan kegiatan perekonomian,

– Inflasi,

– Tingkat pengangguran, kebijakan pemerintah,

– Hal lain yang terkait dengan ekonomi makro.

1. Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara

Teori ekonomi makro menjelaskan tentang penentuan tingkat perekonomian yang dapat menghasilkan produk dan jasa. Analisis makro ekonomi ini akan memberikan rincian pengeluaran secara agregat atau keseluruhan, meliputi:

  • Pengeluaran dari rumah tangga (konsumsi rumah tangga).
  • Pengeluaran Pemerintah.
  • Pengeluaran perusahaan atau investasi.
  • Eksport dan impor.

2. Kebijakan Pemerintah

Perekonomian suatu negara tidak akan terlepas dari masalah pengangguran dan inflasi. Pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini melalui serangkaian kebijakan, baik itu kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat atau money suplay dalam perekonomian. Sedangkan kebijakan fiskal merupakan langkah pemerintah dalam mengubah struktur dan jumlah pajak serta pengeluaran yang tujuannya untuk mempengaruhi kegiatan perekonomian.

3. Pengeluaran Agregat/ Menyeluruh

Ketika pengeluaran menyeluruh tidak mencapai tingkat yang ideal maka akan terjadi masalah pada perekonomian. Untuk mewujudkan kesempatan kerja yang lebih baik dan mengontrol laju inflasi, maka idealnya pengeluaran agregat harus berada pada tingkat yang dibutuhkan. Meski secara teori hal ini bisa dilakukan, namun pada praktiknya tujuan ini cukup sulit untuk direalisasikan.

Pengaruh Ekonomi Makro Terhadap Perkembangan Bisnis

Ekonomi makro merupakan bagian dari kegiatan ekonomi yang menjelaskan perubahan ekonomi skala besar yang berpengaruh terhadap masyarakat dan perusahaan beserta pasarnya. Ekonomi makro seringkali berkaitan dengan permasalahan keuangan negara. Dalam sebuah bisnis, ekonomi makro berperan untuk menganalisis metode-metode atau cara terbaik yang mempengaruhi kebijakan target seperti stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan. Ekonomi makro terdiri dari beberapa komponen yang dapat berpengaruh langsung terhadap pembuatan keputusan suatu perusahaan termasuk perkembangan dari perusahaan tersebut.

Permasalahan Ekonomi Makro Dalam Bisnis

1. Masalah Kemiskinan dan Pengangguran

Beberapa bisnis menargetkan masyarakat kelas menengah kebawah sebagai sasaran penjualan barang atau jasa yang di produksi. Kenyataannya, di Indonesia tingkat kemiskinan masih tinggi dan disinyalir akan semakin tinggi. Sebagai target penjualan perusahaan maka ekonomi masyarakat menengah kebawah dapat menjadi salah satu penghambat kenaikan pendapatan. Masyarakat hanya akan membeli suatu produk seperlunya dan bukan menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Ini bisa menjadi pertimbangan perusahaan agar tidak hanya menargetkan masyarakat menengah kebawah saja, namun juga menengah keatas. Kemiskinan di Indonesia juga diperparah dengan tingkat pengangguran yang tinggi. Kemiskinan dan pengangguran menjadi permasalahan abadi bagi bangsa Indonesia. Dengan adanya permasalahan seperti ini menambah pasar perusahaan semakin mengerucut. Bisnis harus bisa bersaing dengan semakin sulitnya mendapatkan pelanggan.

2. Krisis Nilai Tukar terhadap Utang Luar Negeri

Nilai tukar sudah menjadi permasalahan ekonomi makro yang krusial di Indonesia. Krisis mata uang terbesar yang pernah terjadi di negara ini adalah pada tahun 1997 yang mengakibatkan guncangan rupiah terhadap dolar. Selain berpengaruh terhadap devisa negara, dampak buruknya paling bisa dirasakan oleh sektor swasta yang mengadakan pinjaman luar negeri. Bagi perusahaan besar yang mengadakan kerjasama penjualan dengan luar negeri bisa jadi ini menjadi masalah serius. Misalnya saja modal didapatkan dari sumber dana oleh investor bisnis yang berasal dari luar negeri, dan jika terjadi penurunan nilai tukar rupiah maka akan berakibat pada pengembalian dana yang lebih besar. Utang terhadap luar negeri tidak mendapatkan perlindungan dari negara (hedging), sehingga ketika terjadi depresiasi nilai tukar menyebabkan pembengkakan utang dalam sekejap.

3. Permasalah Perbankan dan Kredit Macet

Faktor utang luar negeri dan laju inflasi yang tinggi menyebabkan gangguan terhadap sistem perbankan di Indonesia. Perbankan seringkali mengalami kesulitan likuditas akibat banyaknya usaha yang macet karena beban utang negara. Perusahaan atau investor yang mendapatkan sumber dana dari bank menjadi sasarannya. Salah satu ekonomi makro ini akan menyebabkan pengurasan terhadapa aset perusahaan apalagi pada perusahaan yang sedang berkembang yang umumnya mendapatkan modal dari bank. Unit usaha mikro pun tak luput dari imbasnya karena kesulitan menambah modal akibat perbankan yang mengalami kredit macet, sehingga sulit untuk mengembangkan bisnisnya ke ranah yang lebih luas.

4. Pertumbuhan Ekonomi

Dalam hal ini pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perubahan ekonomi negara dari periode satu ke periode selanjutnya. Pertumbuhan ekonomi mempengaruhi tingkat produksi suatu perusahaan atau bisnis salah satunya karena laju inflasi yang tak terkendali. Adanya inflasi menyebabkan kenaikan harga bahan baku yang akan berimbas pada pembengkakan biaya produksi. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pengangguran adalah bagian dari pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada berkurangnya permintaan produksi perusahaan. Dalam skala yang lebih kompleks, ekonomi makro berpengaruh terhadap kelangsungan suatu bisnis. Perkembangan bisnis tidak bisa dilepaskan dari dinamika ekonomi makro di Indonesia baik bisnis yang sedang dirintis maupun yang sudah berlangsung lama.

Daftar Pustaka

Budiono. 2000. Teori – Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta. BPFE.

Mankiw, N. Gregory. 2003. Teori Makro Ekonomi, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta

Richard G.lipsey, peter O.Steiner. 2000. Pengantar Ilmu Ekonomi Jilid 1,2.Edisi ke enam, Jakarta. Rineka Cipta

Sadono Sukirno. 2010. Pengantar Teori Makro Ekonomi. Bina Grafika

Sukirno, Sadono. 2000. Makro Ekonomi Modern. Penerbit PT. Raja Grafindo Perkasa, Jakarta.

Samuelson, Paul A. dan Nordhaus, William D. 2004,  Ilmu Mikroekonomi. Edisi Bahasa Indonesia, PT. Media Global Edukasi, Jakarta.

LEAVE A REPLY