Muda dan Masa Depan Bangsa

Muda dan Masa Depan Bangsa

71
0
SHARE

Oleh Hardiwinoto

“Beri aku seribu orang tua, maka akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan aku guncang dunia” Ir. Soekarno

Bagus Berlian menyitir tentang prediksi pernyataan McKinsey bahwa Indonesia pada tahun 2030 menjadi 7 negara terkuat. Goldman Sachs memprediksi ekonomi Indonesia akan terus menguat hingga mencapai posisi 4 besar dunia pada tahun 2045. Ramalan tersebut masuk akal jika melihat potensi angkatan muda dalam memanfaatkan teknologi yang berkembang untuk mewujudkan prediksi yang diramalkan oleh para futurolog di atas. Kini, Indonesia berada pada momentum bonus demografi. Apa yang menariknya bonus demografi saat ini?

Di tahun 1950-an, Jepang terjadi bonus demografi angkatan muda. Momentum tersebut dimanfaatkan secara serius oleh pemerintah Jepang. Yaitu dengan mengirim angkatan muda  untuk mengadopsi teknologi yang sedang berkembang ke luar negeri. “pergilah belajar ke luar negeri dan jangan belanja teknologi, tapi lakukan imitasi dan produksi ketika kalian sudah pulang”. Antara lain, permesinan, elektronika dan lain-lain teknologi saat itu. Lalu diimplementasikan untuk memperkuat perekonomiannya. Jepang menjadi menjadi Negara super power.

Kini, digital technology berkembang pesat. Kita perlu adopsi untuk menciptakan solusi dan meningkatkan strata bangsa menuju super power. Jika mampu meniru semangat jepang ketika mengadopsi barat. Kita perhatikan Go-Jek. Ia mampu menjadi moda transportasi dengan biaya murah, yang selanjutnya menjadi solusi setiap kepentingan kehidupan, go sent, go food, go, go, go, go lain-lain banyak lagi. Sekarang pemiliknya menjadi Mendikbud. Menteri yang mengurusi generasi muda untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan, teknologi, kebudayaan dan peradaban.

Bukalapak mampu menjadi pasar raya tanpa bangunan, mampu menjadi jembatan bagi industri dan konsumen. Traveloka mampu menarik wisatawan untuk mengunjungi berbagai tempat di negeri kita. Hal tersebut menjadi bukti bahwa karya inovatif anak muda yang mampu menjadi solusi di negeri ini. Hasil karya yang membuktikan mampu menjadi  solusi kegiatan ekonomi kekinian.

Perangkat ekonomi dunia berubah semakin cepat. Tentu diperlukan kemampuan untuk mengelola momentum ini. Masa depan Indonesia yang diramalkan maju harus sadar bahwa teknologi digital mempunyai dampak besar. Seharusnya para pemimpin masa depan Indonesia mengadopsi teknologi digital menjadi solusi yang membawa negara menjadi negara super power di tahun 2045. Di saat Indonesia merayakan ulang tahun ke 100.

Indonesia menjadi pemilik potensi ekonomi yang tinggi. Memiliki potensi yang sering disebut sebagai masuk kandidat kelompok negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) atau CIVETS (Colombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki dan Afrika Selatan). Tahun yang lalu produk domestik bruto (PDB) CIVETS diperkirakan berkontribusi setengah dari ekonomi global pada 2020.

Salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara setelah China dan India, Indonesia baru yang ke-16 dunia. Artinya Indonesia masuk anggota G-20.  Ekonomi Indonesia menjadi salah satu The East Asia Miracle pada tahun 1990an, Indonesia mampu menciptakan stabilitas politik, sosial, pertahanan dan keamanan. Fondasi ekonomi menghasilkan pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat mampu menopang industrialisasi seperti Jepang dan Korea Selatan. Tentu pemerintah harus memiliki keinginan untuk mengurangi ketergantungan tradisional, yaitu selalu ekspor komoditas mentah, karena itu generasi ekonomi sudah tua.

Betapa penting peran pemuda untuk memajukan bangsa. Baik dan buruk suatu bangsa tergantung pada kualitas kaum muda. Yaitu kaum muda yang memiliki nasionalisme, berjiwa saing, dan berpengetahuan teknologi di ranah global. Sebagai agent of change, moral force, and social control. Pemuda sudah terbukti dalam sejarah perjuangan bangsa. Pemuda sebagai maker of history di setiap jamannya. Secara kualitatif, pemuda lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisme yang murni, dan energi besar. Secara kuantitatif, sekitar 30-40 % pemuda dari total jumlah penduduk (umur 15-35 tahun) lebih kreatif, dan mampu memberi solusi.

***

Tahun baru semangat baru, mari kita membarukan hal yang telah aus, memudakan hal yang telah menua. Termasuk merelakan, metode lama, meremajakan generasi tua yang telah kehilangan asa yang sudah tak up to date. Biarlah generasi muda menggantikan, energi baru, teknologi baru, jaman yang baru.

Penulis usul, meski agak aneh. Kenapa? Ubah foto foto formal pahlawan yang di pajang di dinding sekolah sekolah. Perlu foto baru tentang mereka ketika masih muda. Pahlawan fotonya diubah menjadi pahlawan-pahlawan ketika muda. Kita pajang foto Sukarno muda, Ahmad Dahlan muda, Hasyim Asyari muda dan lain lain ketika mereka masih muda.

Analogi, kenapa gambar pahlawan harus di pajang foto masa mudanya? Karena semangat yang menggelora adalah keinginan untuk merdeka, bukan masa menikmati kemerdekaan. Dalam bisnis, usaha, atau kewirausahaan adalah masa muda yang bergerak merubah. Tentu mengubah metode-metode lama yang sudah tidak kompatibel. Dalam mekanisme peralatan dan teknologi sudah tidak efisien. Muda atau memudakan, baru atau membarukan. Tidaklah baru tahunnya tetapi baru metodologinya, baru pemikirannya, baru semangatnya.

LEAVE A REPLY