Definisi Auditing

Definisi Auditing

950
0
SHARE
definisi auditing
rahayu

hardiwinoto.com-Definisi audit yang sangat terkenal adalah definisi yang berasal dari ASOBAC (A Statement of Basic Auditing Copncepts) yaitu:

Suatu proses sistematis untuk menghimpun dan mengevaluasi secara obyektif mengenai asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersiasersi tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan dan menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan.

Definisi tersebut memiliki 7 elemen yang harus diperhatikan:

  1. Proses yang sistematis. Auditing merupakan rangkaian proses dan prosedur yang bersifat logis, terstruktur dan teorganisir.
  2. Menghimpun dan mengevaluasi bukti secara obyektif. Hal ini berarti bahwa proses sistematis yang dilakukan tersebut merupakan proses untuk menghimpun bukti-bukti yang mendasari asersi-asersi yang dibuat oleh individu maupun entitas. Baik saat penghimpunan maupun  pengevaluasian bukti, auditor harus obyektif. Obyektif berarti mengungkapkan fakta apa adanya yang senyatanya, tidak bias, atau tidak memihak dan tidak berprasangka buruk terhadap individu atau entitas yang membuat representasi tersebut.
  3. Asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi. Asersi merupakan pernyataan atau rangkaian pernyataan secara keseluruhan, oleh pihak yang bertanggungjawab atas pernyataan tersebut. Audit laporan keuangan historis, asersi merupakan pernyataan manajemen melalui laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Asersi-asersi meliputi informasi yang terkandung dalam laporan keuangan, laporan operasi internal, dan laporan biaya maupun pendapatan berbagai pusat pertanggungjawaban pada suatu perusahaan. Asersi atau pernyataan tentang tindakan dan kejadian ekonomi merupakan hasil proses akuntansi. Proses akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi yang dinyatakan dalam satuan uang.
  4. Menentukan tingkat kesesuaian. Penghimpunan dan pengevaluasian bukti-bukti dimaksudkan untuk menentukan dekat tidaknya  atau sesuai tidaknya asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Tingkat kesesuaian tersebut dapat diekspresikan dalam bentuk kuantitatif maupun kualitatif. Bentuk kuanttitatif misalnya prosentasi pencapaian penjualan bila dibandingkan dengan penjualan dalam anggaran. Bentuk kualitatif contohnya kewajaran laporan keuangan.
  5. Kriteria yang ditentukan. Kriteria yang ditentukan merupakan standar-standar pengukur untuk mempertimbangkan (judgement) asersi-asersi atau representasi-representasi. Kriteria tersebut dapat berupa prinsip akuntansi yang berlaku umum atau standar akuntansi keuangan , aturan-aturan spesifik yang ditentukan oleh badan legislatif atau pihak lainnya, anggaran atau ukuran lain kinerja manajemen.
  6. Menyampaikan hasil-hasilnya. Hasil-hasil audit dikomunikasikan melalui laporan tertulis yang mengindikasikan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi dan kriteria yang telah ditentukan. Komunikasi hasil audit tersebut dapat memperkuat ataupun memperlemah kredibilitas representtasi atau pernyataan yang diibuat.
  7. Para pemakai yang berkepentingan. Para pemakai mmeliputi investor maupun calon investor, pemerintahan, manajemen dan publik pada umumnya.

Auditing Practices Committee (APC) mendefinisikan:

An audit is the independent examination of, and expression of opinion on, the financial statements of an enterprise by an oppointed auditor in pursuance of that apointment and in compliance with any relevant statutory obligation”.

Sedangkan menurut Miller dan Bailley:

“An audit is a methodical review and objective examination of an item, including the verification of specific information as determined by the auditor or as established by general practice. Generaly, the purpose of an audit is to express an opinion on or reach a conclusion abaout what was audited”.  

Dari definisi yang dikemukakan diatas, setidaknya ada tiga elemen fundamental dalam auditing, yaitu:

  1. Seorang auditor harus independen. Pada definnisi menurut APC jelas dikemukakan secara eksplisit tentang independensi tersebut. Sedangkan pada dua definisi yang lain independensi tercermin dari kata-kata .
  2. Auditor bekerja mengumpulkan bukti (evidence) untuk mendukung pendapatnya. Pada definisi menurut APC, bukti tercermin dari kata pemeriksaan (examinitiion)
  3. Hasil pekerjaan auditor adalah laporan (report). Laporan merupakan hasil yang harus disampaikan auditor kepada pengguna laporan keuangan.

LEAVE A REPLY