Hardiwinoto
  • Accountancy

    Soal Ujian Tengah Semester Pebankan Syariah 2020

    Ujian Komprehensif Auditing

    Rancangan Soal UTS Auditing 2019

    AUDITING DAN PROFESI AKUNTAN

    FORMULATING RENT COST STRUCTURE ANALYSIS

    Materiality in the Context of an Audit

    MATERIALITAS, RESIKO AUDIT, DAN STRATEGI AUDIT

    RPS Auditing 1

    Praktik Akuntansi pada UMKM

  • Management

    Soal Ujian Tengah Semester Pebankan Syariah 2020

    Rancangan Soal UTS Perbankan Syariah 2019

    Mekanisme Perbankan Syariah

    Prinsip Keuangan Syariah

    Implementasi Prinsip Hawalah Pada Bank Syariah

    Implementasi Prinsip Kafalah Dalam Perbankan Syariah

    Implementasi Prinsip Wakalah Pada Bank Syariah

    Wakalah, Kafalah dan Hawalah

    RPS Perbankan Syariah

  • Economics

    Wahai Koruptor, Pahami Definisi Korupsi

    Logika Ekonomi dan Pemihakan

    Peta Ikan di Kabupaten Pemalang

    Wahai Para Koruptor, Sembunyilah Dibalik Gunung Es

    Wahai Koruptor, Tak Usah Iba Meski Ibu Pertiwi Bersusah Hati

    Wahai Koruptor, Perhatikan Cara Mengorupsi SDA

    Menangkan Demokrasi Sehingga Kalian Mudah Korupsi

    Betulkah Krisis Ekonomi Diharapkan Terjadi Untuk Alat Sembunyi?

    Interaksi Antar Sektor Ekonomi

  • Research & Methodology

    Soal Ujian Tengah Semester Metodologi Penelitian 2020

    Rancangan Soal UTS Metodologi Penelitian 2019

    Types of Data

    RPS Metodologi Penelitian 2018

    Tahapan Penelitian

    Metodologi Penelitian Dasar Untuk Bisnis

    Uts Metodologi Penelitian 2018

    Data Collection Methods

    The Building Block of Science in Research

  • Literary

    Apa Itu Badan Usaha Milik Negara

    Prinsip-Prinsip Transaksi

    Keputusan Investasi Sektor Riil

    Investasi dan Pendapatan Asli Daerah

    Kajian Peraturan dan Perundangan-Undangan Terkait Investasi Daerah

    Landasan Hukum Transaksi

    TRANSAKSI DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH

    Megawati Soehartoputri (Orde Baru Bertahan di Era Megawati - Jokowi)

    Kajian tentang ke-riba-an bunga bank perlu perspektif teori moneter

  • Opinion

    Wahai Koruptor, Pahami Definisi Korupsi

    Wahai Para Koruptor, Berdermalah

    Membela Kata Radikal

    Wahai Para Koruptor, Kalian Ternyata Hanya Kuda Tunggangan

    Wahai Para Koruptor, Ceritakan Kesuksesan Kalian

    Wahai Para Koruptor, Buat Jaring Pengaman Koruptor

    Wahai Para Koruptor, Tutup Berita Korupsi Dengan Berita Pencitraan

    Wahai Para Koruptor, Pilih Kebun Binatang atau Kebun Surga

    Wahai Para Koruptor, Kasih Papa Saham

  • Research

    Konsep Pembangunan Tempat Pelelangan dan Pelabuhan Ikan

    Pembangunan TPI Tasikrejo di Kabupaten Pemalang

    Keputusan Investasi Sektor Riil

    Investasi dan Pendapatan Asli Daerah

    Kajian Peraturan dan Perundangan-Undangan Terkait Investasi Daerah

    Analisis Keberlanjutan Perikanan Tangkap

    Metodologi Pengembangan Peta Ikan

    Konsep dan Kebijakan Pembangunan Perikanan

    Pengembangan Peta Ikan

  • Dedication

    Revolusi Industri Tahap Empat

    Lobster, Betapa Kaya Indonesia

    Baliho menyambut kadatangan HRS dan karangan bunga untuk TNI

    Menuju Universitas Unggul

    Pro Kontra Omnibus Law Bagi Koperasi dan UMKM

    Penyusunan Kurikulum Berbasis Merdeka Belajar

    Muda dan Masa Depan Bangsa

    Mencapai Akreditasi Unggul

    Filantropi Dalam Islam

No Result
View All Result
  • Accountancy

    Soal Ujian Tengah Semester Pebankan Syariah 2020

    Ujian Komprehensif Auditing

    Rancangan Soal UTS Auditing 2019

    AUDITING DAN PROFESI AKUNTAN

    FORMULATING RENT COST STRUCTURE ANALYSIS

    Materiality in the Context of an Audit

    MATERIALITAS, RESIKO AUDIT, DAN STRATEGI AUDIT

    RPS Auditing 1

    Praktik Akuntansi pada UMKM

  • Management

    Soal Ujian Tengah Semester Pebankan Syariah 2020

    Rancangan Soal UTS Perbankan Syariah 2019

    Mekanisme Perbankan Syariah

    Prinsip Keuangan Syariah

    Implementasi Prinsip Hawalah Pada Bank Syariah

    Implementasi Prinsip Kafalah Dalam Perbankan Syariah

    Implementasi Prinsip Wakalah Pada Bank Syariah

    Wakalah, Kafalah dan Hawalah

    RPS Perbankan Syariah

  • Economics

    Wahai Koruptor, Pahami Definisi Korupsi

    Logika Ekonomi dan Pemihakan

    Peta Ikan di Kabupaten Pemalang

    Wahai Para Koruptor, Sembunyilah Dibalik Gunung Es

    Wahai Koruptor, Tak Usah Iba Meski Ibu Pertiwi Bersusah Hati

    Wahai Koruptor, Perhatikan Cara Mengorupsi SDA

    Menangkan Demokrasi Sehingga Kalian Mudah Korupsi

    Betulkah Krisis Ekonomi Diharapkan Terjadi Untuk Alat Sembunyi?

    Interaksi Antar Sektor Ekonomi

  • Research & Methodology

    Soal Ujian Tengah Semester Metodologi Penelitian 2020

    Rancangan Soal UTS Metodologi Penelitian 2019

    Types of Data

    RPS Metodologi Penelitian 2018

    Tahapan Penelitian

    Metodologi Penelitian Dasar Untuk Bisnis

    Uts Metodologi Penelitian 2018

    Data Collection Methods

    The Building Block of Science in Research

  • Literary

    Apa Itu Badan Usaha Milik Negara

    Prinsip-Prinsip Transaksi

    Keputusan Investasi Sektor Riil

    Investasi dan Pendapatan Asli Daerah

    Kajian Peraturan dan Perundangan-Undangan Terkait Investasi Daerah

    Landasan Hukum Transaksi

    TRANSAKSI DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH

    Megawati Soehartoputri (Orde Baru Bertahan di Era Megawati - Jokowi)

    Kajian tentang ke-riba-an bunga bank perlu perspektif teori moneter

  • Opinion

    Wahai Koruptor, Pahami Definisi Korupsi

    Wahai Para Koruptor, Berdermalah

    Membela Kata Radikal

    Wahai Para Koruptor, Kalian Ternyata Hanya Kuda Tunggangan

    Wahai Para Koruptor, Ceritakan Kesuksesan Kalian

    Wahai Para Koruptor, Buat Jaring Pengaman Koruptor

    Wahai Para Koruptor, Tutup Berita Korupsi Dengan Berita Pencitraan

    Wahai Para Koruptor, Pilih Kebun Binatang atau Kebun Surga

    Wahai Para Koruptor, Kasih Papa Saham

  • Research

    Konsep Pembangunan Tempat Pelelangan dan Pelabuhan Ikan

    Pembangunan TPI Tasikrejo di Kabupaten Pemalang

    Keputusan Investasi Sektor Riil

    Investasi dan Pendapatan Asli Daerah

    Kajian Peraturan dan Perundangan-Undangan Terkait Investasi Daerah

    Analisis Keberlanjutan Perikanan Tangkap

    Metodologi Pengembangan Peta Ikan

    Konsep dan Kebijakan Pembangunan Perikanan

    Pengembangan Peta Ikan

  • Dedication

    Revolusi Industri Tahap Empat

    Lobster, Betapa Kaya Indonesia

    Baliho menyambut kadatangan HRS dan karangan bunga untuk TNI

    Menuju Universitas Unggul

    Pro Kontra Omnibus Law Bagi Koperasi dan UMKM

    Penyusunan Kurikulum Berbasis Merdeka Belajar

    Muda dan Masa Depan Bangsa

    Mencapai Akreditasi Unggul

    Filantropi Dalam Islam

No Result
View All Result
HARDIWINOTO
No Result
View All Result
Home Featured

Pemerintah dan Agen Korporat Asing

by Hardiwonoto Muchtar
May 25, 2018
in Featured, Opinion
1

kolom hardiwinoto

12
SHARES
200
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan via WhatsApp

https://hardiwinoto.com

Kenichi Omahe (1995) dalam buku The End of Nation-State, dirujuk oleh Wibowo (2018) dalam buku Negara Centeng: Negara dan Saudagar di Era Globalisasi, mengungkapkan bahwa nation-state (negara-bangsa) telah berakhir. Nation-state menjadi “fosil” abad 18. Peran negara menghilang bersamaan dengan serangan ekonomi global. Wakil rakyat yang dipilih melalui pemilu ketika ingin menolong rakyatnya, dapat menghancurkan ekonomi negara. Ketika rakyat perlu subsidi, negara tidak mampu memberikan. Namun demikian, kematian negara-bangsa justru disambut gembira oleh korporate global. Negara dan korporat terbalut menuju arah globalisasi. Di era globalisasi korporat dapat menghilangkan eksistensi negara. Negara terkesan menjadi centeng bayaran oleh korporat global (Wibowo, 2018).
Peran negara mulai digeser oleh aktor global diantaranya, IMF, World Bank, WTO, atau Multy Nasional Corporate. Negara dan korporat terkesan saling menjalin simbiosis mutualistis, namun sejatinya posisi negara semakin dilemahkan oleh korporat. Paradoks, meskipun negara terkesan dilemahkan, namun ia justru melindungi korporat global daripada kepada rakyatnya. Negara menyediakan keamanan untuk korporate karena membayar untuk negara atau oknum negara. Negara sekedar menjadi satpam atau centeng yang berpihak pada korporate, mirip dengan executive committee (Karl Marx, 1943). Negara melupakan tugas utamanya yaitu menjaga kedaulatan nasional.
John Naisbit, dalam buku Global Paradox (1994), menulis bahwa “to a global power, the company must give more role to the smallest pant”. Kenichi Omahe (1990 dan 1995), dalam dua bukunya Borderless World and The End of Nation State menyatakan bahwa dalam masyarakat global, batas-batas wilayah negara dalam arti geografi dan politik relatif masih tetap, namun tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi, dan konsumen. Negara-negara kapitalis, selalu berusaha mempertahankan eksistensi ekonomi dengan memperdaya negara-negara berkembang melalui isu globalisasi. Anehnya, kapitalisme itu tumbuh dari dalam yang menggerogoti negaranya sendiri.
Tahun 1970, Presiden Soeharto membentuk Tim Pemberantasan Korupsi, yang disebut Komite Empat. Salah satu anggota adalah Wilopo (Perdana Menteri Indonesia ke-7 dengan nama Kabinet Wilopo, Ketua Dewan Konstituante 1955-1959) memperingatkan dengan mengatakan, “Awas ada bahaya, Indonesia sedang terancam oleh Trio Persekongkolan, yaitu antara cukong, pejabat korup dan petualang politik”. Peringatan tentang kondisi Indonesia yang sedang terbelit oleh persekongkolan antara cukong, pejabat korup dan petulang politik. Kemudian, gerakan reformasi yang melengserkan Presiden Soeharto tahun 1998, memiliki peran ikut memperlemah peran negara. Sistem dan tatanan bernegara menjadi hancur. Melemahnya peran negara terbentuk sistem dan bangunan sosial yang baru, lahirnya kekuatan civil society. Reformasi bergerak tanpa pedoman nilai-nilai, sistem dan kepemimpinan yang kuat. kondisi yang diangankan oleh para reformer keluar dari proyeksi teoritis mereka. Bangunan dan susunan sosial yang terbentuk menjadi “oligarki parasit” masuk ke dalam sel-sel kehidupan sosial dan politik, juga terbentuk oleh persekongkolan cukong, pejabat korup dan petualang politik (Haris Rusly, Petisi 28, 2016).
Yoshira Kunio (1990) dalam bukunya Kapitalisme Semu Asia Tenggara, menjelaskan bahwa telah tumbuh kapitalisme semu di Asia Tenggara, yaitu Bisnis sekedar mengerjakan proyek-proyek pemerintah dengan cara korupsi dan merusak sumberdaya alam. Berbisnis sangat bergantung dari proyek pemerintah. Bekerja sebagai cukong, terus membina para pejabat pemerintah dan penegak hukum menjadi centeng untuk mengamankan proyek-proyek penguasaan tanah dan sumber daya alam. Kapitalisme semu boleh juga disebut “kapitalis cukong”. Di era demokrasi liberal yang berbiaya mahal, para cukong berkuasa menentukan pemenang setiap Pilpres, Pileg, dan Pilkada. Mereka mampu membangun opini, karena mampu membiayai media pemberitaan. Bahkan mereka mampu menjadi faktor penentu siapa yang akan menjadi menteri, kepala badan, Dirjend dan bahkan kapolri.
***
Siapakah Cukong? Istilah cukong diserap dari bahasa Hokkian atau Mandarin, zhugong artinya pemilik atau bos. Di zaman Samkok, para Jenderal dan menteri memanggil dan menyebut kaisar atau pemimpin mereka dengan kata zhugong (pemilik jiwa). Dalam bahasa Indonesia menjadi Cukong, artinya bos besar. Tidak ada konotasi negatif, namun karena cukong sering digunakan untuk melambangkan para bos-bos besar Tionghoa yang biasanya melakukan KKN dengan aparat berwenang, maka istilah cukong kemudian diliputi dengan makna negatif.
Reformasi terus mengalir, negara-negara maju antara lain, AS dan China melalui funding atau nyukongi disetiap pencalonan bakal pemegang kekuasaan baik daerah maupun pusat. Mereka membeli para pejabat dan petualang politik untuk melakukan amandemen terhadap UUD 1945 serta perubahan terhadap sejumlah UU untuk mendukung pasar bebas. Para developer, pengembang wilayah dan kota sebagai cukong mampu mengubah-ubah RTRW dan menjadi blandar di setiap ada pemilu baik daerah maupun pusat berusaha mremenangkan bakal penguasa. Patut diwaspadai, bahwa peringatan Wilopo adalah benar.
***
Sikap dan pemahaman atas wawasan nusantara sebagai pola pikir, sikap dan tindak tidak sebatas pemahaman teritory. Jika dikatakan tahun 2030 negara kita bisa hancur, jangan dipahami sebagai sikap pesimis, tetapi warning kehati-hatian. Maka dari itu asumsi-asumsi yang diramalkan akan menghancurkan negara kita oleh begundal, pengkianat bangsa perlu ditiadakan. Artinya realitas buruk yang menjadi asumsi kehancuran negara perlu dilenyapkan. Negara kita adalah milik kita bukan milik mereka. Negara bisa hancur beneran atau digantikan kepemilikannya jika pemerintah tidak mampu menjaga kedaulatan ekonomi tetapi justru menjadi agen corporate atau centeng cukong asing.

Hardiwinoto, 2018, Stabilitas, Edisi Mei-Juni

Previous Post

Why an anti-Jokowi hashtag could be his strongest foe so far

Next Post

Islam dan Peradaban

Hardiwonoto Muchtar

Hardiwinoto adalah seorang peneliti ekonomi, dosen, kolomnis, dan pegiat sosial. Kegiatan yang dilakukan terkait dengan koleksi buku-buku ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, sastra dan sejarah.

Next Post

Islam dan Peradaban

Comments 1

  1. Pingback: Benteng Ansi Dan Pertahanan Produk Kita | Hardiwinoto

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Rancangan Soal UTS Perbankan Syariah 2019

November 2, 2019

KESESATAN BERPIKIR

April 12, 2017

Interaksi Antar Sektor Ekonomi

August 3, 2020

Ayat-Ayat Tentang Kafir Dalam Al Qur’an

June 2, 2019

Pemberontakan Panembahan Ageng Giri

5

PERANG PREMIS TENTANG PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN DI REMBANG

4

Prehistoric Times

4

Teori dan Praktik Keputusan Investasi Sektor Riil dan Finansial

3

Wahai Koruptor, Pahami Definisi Korupsi

March 1, 2021

Wahai Para Koruptor, Berdermalah

February 25, 2021

Membela Kata Radikal

February 19, 2021

Wahai Para Koruptor, Kalian Ternyata Hanya Kuda Tunggangan

February 18, 2021

Artikel Menarik Lainnya

Wahai Koruptor, Pahami Definisi Korupsi

March 1, 2021

Wahai Para Koruptor, Berdermalah

February 25, 2021

Membela Kata Radikal

February 19, 2021

Wahai Para Koruptor, Kalian Ternyata Hanya Kuda Tunggangan

February 18, 2021

HARDIWINOTO.COM

Website pribadi untuk berbagi informasi bermanfaat. Menyediakan opini menarik, materi pendidikan, berita hingga seputar sastra Indonesia. Semoga bermanfaat untuk sekalian pembaca.

Silaturahmi

Kategori Tulisan

  • Accountancy (23)
  • Dedication (29)
  • Economics (94)
  • Featured (313)
  • Heritage (22)
  • Literary (62)
  • Management (22)
  • Opinion (72)
  • Research (38)
  • Research and Methodology (12)
  • Spirituality (48)
  • Uncategorized (12)

PALING BARU

Wahai Koruptor, Pahami Definisi Korupsi

March 1, 2021

Wahai Para Koruptor, Berdermalah

February 25, 2021
  • Profile
  • Contact

© 2021 Hardiwinoto - Berbagi Informasi & Inspirasi | dibuat oleh @sangpena.

No Result
View All Result
  • Accountancy
  • Management
  • Economics
  • Research & Methodology
  • Literary
  • Opinion
  • Research
  • Dedication

© 2021 Hardiwinoto - Berbagi Informasi & Inspirasi | dibuat oleh @sangpena.